Kritisi Kebijakan Pemerintah Melalui Demo Yang Cerdas!

Oleh:
Nur Isdah Idris

Beberapa hari yang lalu pemerintah kota Makassar mem-publish logo baru Makassar. Logo dengan ayam jantan bersanding dengan bentuk hati, lalu ada dua huru MC yang merupakan kepanjangan Makassar City dibubuhi kalimat Sombere dan Smart City.

City-Branding-Makassar

 

Untuk beberapa orang, jika mau dikatakan hampir seluruhnya, merasa ada yang tidak cocok dan tidak semestinya di logo itu. Rasanya logo itu tidak mempresentasikan kota sebagaimana mestinya. Uraian dan komen mengalir deras di dunia maya mengkritisi logo ini.

 

Setiap kebijakan pemerintah tentu ada yang suka, ada pula yang tidak suka, tentu! Itu hal yang lumrah, namun jika ada yang mengutarakan ketidaksukaan melalui kritik yang cerdas itu baru luar biasa. Alih-alih demo atas logo Makassar ini, para netizen yang dikomandoi oleh flock Indonesia ‘mendemo’ pemerintah melalui cara yang unik.

 

sayembara logo makassar

Demo mengkritisi pemerintah daerah Makassar melalui Sayembara Logo Kota Makassar. Itulah yang dilakukan para netizen dan Flock Indonesia. Logikanya mereka tidak suka dengan logo baru yang dikeluarkan pemerintah Kota Makassar. Jadi mereka ingin merubah logo tersebut. Bagaimana merubahnya? pikirannya tentu bukan dengan mendemo Pemkot di depan kantornya dana berteriak-teriak menurunkan logo baru tersebut. Jadi mereka menyerap ide kreatif warga masyarakat sosial media untuk urung rembug mendiskusikan logo terbaik yang dianggap bisa mempresentasikan Makassar dengan lebih tepat.

 

lalu dengan teknik sayembara mereka mengundang masayarakat yang ingin menyumbang ide kreatif, selain itu mereka mengiming-imingi peserta dengan hadiah. Awalanya terkumpul uang swadaya melalui kumpul-kumpul uang sukarela dari masyarakat sendiri. Namun ternyata banyak yang sepaham dan menyetujui ide luar biasa ini. maka sampai detik ini mereka telah mengumpulkan uang tunai puluhan juta rupiah disertai dengan suvenir dari berbagai pihak. Fantastis bukan.

flock mks

 

Dari ide kritis melahirkan ide yang brilliant, sungguh cerdas!

 

Fenomena ini memperlihatkan betapa kuatnya kreativitas dalam mengubah sistem. Netizen, masyarakat dunia maya, terlihat sangat berdaya dan kuat, mereka seakan memilki segala hal demi menginginkan suatu perubahan. Sedangkan Pemerintah Kota dalam hal ini memperlihatkan ketidakberdayaannya menghasilkan kepuasan untuk kota Makassar dalam hal pembuatan logo Makassar. Tentunya jika kelak “demo” sayembara ini menghasilkan logo yang fantastis, seharusnya pemerintah kota Makassar harus mengappresiasinya.

 

Demo mahasiswa

 

Bandingkan dengan gambar di bawah ini:

 91213-PTB-BISNIS01KORUPSI6

sumber : Bisnis Indonesia

 

Mahasiswa demo “secara fisik” mengkritisi kebijakan pemerintah.

 

Tidak bisakah mahasiswa-mahasiswa yang turun ke jalan itu mencontoh apa yang dilakukan netizen dan flock Indonesia ini? Lawan tirani, suarakan ketidaksukaanmu melalui perang ide, daya kreativitas dan terobosan baru. Model demo untuk mengkritisi pemerintah sepertinya sudah gagal jual di mata masyarakat yang dibelanya. Tidak ada hasil yang nyata dalam perjuangan demo menutup jalan selain gerutu dan macian para pengguna jalan.

 

Saya kira mahasiswa yang turun ke jalan saat ini adalah mahasiswa generasi Z yang berciri kreatif, lugas, tangkas dan penuh ide-ide briliant yang tidak pernah terpikirkan oleh kami generasi Y dan generasi X. Tentunya kita percaya mereka pasti bisa berfikir kreatif untuk menyuarakan ketidaksukaan mereka pada kebijakan pemerintah ini.

 

 

Bukannya aksi bertujuan untuk suatu perubahan? Demikianlah demo dilakukan untuk suatu perubahan, jika kemudian aksi itu tidak membuahkan hasil, mungkin mahasiswa bisa lebih berkaca dan memperbaiki strategi yang lebih tepat guna atau lebih cerdas seperti demo cerdas yang dilakukan oleh para netizen dan flock Indonesia ini.

 

Bravo!

 

Advertisements